Minggu, 05 Juli 2015

PELANGI ITU INDAH


Pelangi itu sangat indah. Dan keindahan itu telah sirna dalam kehidupan Tia. Mata yang seperti sepasang bintang itu, telah hilang ditelan kabut gelapnya malam. Kecerian sudah tidak tampak lagi, ketika kanker ganas itu menyerang tubuhnya. Tidak ada satu kata penentangan yang keluar dari mulut Tia, namun ada seribu kesedihan yang tersimpan dibalik diamnya. Tia tidak kuasa melihat air mata ibu dan ayah nya terus saja mengalir. Hatinya bagai teriris sembilu. Entah sudah berapa banyak air mata yang menetes karena dirinya. Ia tidak mau hal ini terjadi berlarut-larut.
            Bertahun - tahun Tia berteman dengan kanker dan bergulat dengan kematian, namun senyum kecilnya itu tidak pernah pudar. Dia tampak begitu ikhlas dan kuat, meski sebenarnya hatinya begitu rapuh. Ia selalu bilang pada ayah dan ibunya bahhwa ia adalah seorang putri yang kuat dan berani, kanker ini tidak dapat mengalahkannya. Tapi sebenarnya Tia begitu takut. Rasa takut ini ia tutup rapat – rapat sehingga sampai akhir hayatnya pun tidak ada yang tau bahwa rasa takut itu pernah ada atau menyelinap dihatinya.
            Hari demi hari kondisi Tia kian memburuk. Rambutnya sedkit demi sedikit rontok hingga tidak ada satu pun rambut yang tersisa di kepalanya. Darah terus saja mengalir dari hidungnya. Rasa sakit itu sudah menguasai sebagian tubuh Tia. Dan pada titik ini, Tia mengungkapkan kesedihannya. Ada satu pertanyaannya yang tidak pernah bisa terjawab sampai saat ini “Kenapa harus aku tuhan? Diantara banyak hamba mu.”
Sepertinya kematian itu semakin dekat dengannya, sebab ia begitu lelah sehingga kaki nyalumpuh, telinganya tidak dapat lagi berfungsi, pandangannya gelap, badan nya benar –benar sudah tidak dapat di gerakkan, dan rasa sakit yang ia rasakan sepertinya sudah memuncak. Ingin sekali rasa nya ia beristirahat untuk sejenak melepas lelah dari pengembaraan yang tidak pernah usai. Tia selalu meminta satu hal yang begitu sederhana dari semua orang yang mengenal dirinya “Tersenyumlah untukku”.Namun hal itu adalah permintaan yang sangat berat bagi mereka.
Setelah begitu lama menggantung harapan, akhirnya tia mendapatkan satukepastian akan kematian. Hari itu, suasana menjadi hening ketika perlahan matanya tertutup, terpejam melepas harap bahagia akan kesembuhan. Tampaknya Tia begitu bahagia, karena ia tidak lagi harus menahan rasa sakit itu terlalu lama. 

2 komentar:

  1. numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus
  2. numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus