Rabu, 11 Maret 2015

SEJARAH NENEK DEPATI IV (EMPAT) KUMUN DEBAI



Semasa dahulu kala tersebut betung beringin seorang perempuan bernama Puti Blae Kenantah Lidah, dan seorang laki-laki Tuanku Malidimse, orang berdua ini berasal dari Kemuan Bajambo Dewea, orang berdua ini slae bak sihaeh, satamaik bak pina, hidup berladang dan mencari ikan, kemudian turun kerenah mencari tempat bersawah, yang laki-laki turun kerenah laut nan badakei yaitu daerah inang Puro dan yang perempuan lari kerenah betung beringin, yaitu yang kita kenal sekarang ini adalah Koto Beringin, disinilah beliau membuat tempat tinggal seorang diri.
Kemudian datanglah dua orang laki-laki dari Pagaruyung yaitu Sultan Marda Apai bersama Ketip Sandi Indah Batuah yang kita kenal sekarang dengan Nenek Mesjid Intan di Kumun, orang berdua ini sementara menumpang tinggal dirumah Puti Blae Kenantan Lidah. Setelah Itu beberapa lama Ketip Indah Sandi Batuah merasa tercela tinggal bersama perempuan seorang diri, maka oleh sebab itu dirundinglah Puti Blae Kenantan Lidah kawin dengan Sultan Mardo Apai, dengan perudingan tersebut kiranya orang berdua ini suka sama suka, maka oleh Ketip Indah Sandi Batuah langsung dinikahkan, karena bliau seorang ulama yang membawa Khotbah setinggi tegak dan beliau serahkan kepada Puti Blae Kenantan Lidah dua laki isteri ini dijadikan pusaka, lama – kelamaan dua laki isteri ini dikaruniai empat orang anak, yaitu :
1.      THUK (Nenek Dulaman Payang) yang menunggu Koto Beringin turun temurun.
2.      Nenek Dewa Saleh dewa yang menunggu koto Pinang (Koto Lebu).
3.      Nenek Pengenang Bumi yang menunggu Koto Tuo.
4.      Nenek Jatui yang menunggu Koto Pandok.
Dengan berkembang biak peduduk yang empat koto ini maka berdirilah mesjid Intan beratap Ijuk dan agama islam mulai berkembang yang dipelopori oleh Nenek Ketip Indah Sandi Batuah, sementara pada itu Asaek juga bertambah menjadi dipeka. Kemudian datang lagi Nenek Nyampai Siau dengan Saeh Bajanguk Ira dari Pagaruyung mencari mamaknyo Sultan Mardo Apai, maka bertemu di Koto Beringin, sedangkan Nyampai Siao orang yang arif bijaksanao pandae basiao same ngangao, oleh Puti Blae Kenantan Lidah didukung oleh anaknya yang menungu empat koto tadi maka Nenek Nyampai Siao diangkat menjadi Mahkota Kumun.
Pada waktu itu Kumun dimasukkan dalam Permantai nan sepuluh, jadi oleh Nenek Nyampai Siao  menentang bahwa Kumun tidak mau memngikuti permantai nan sepuluh karena Kumun mau berdiri sendiri dengan adanya pertentangan tersebut terjadilah kebakaran diKoto Tuo Kumun dan sampai tabiu taha, oleh Nenek Nyampai Siao dan Puti Blae Kenantan Lidah mengutuskan empat orang yaitu satu orang tiap-tiap Koto untuk mengadukan hal ini ke Jambi, untuk mintak perlindungan kepada Raja Jambi yang diutus :
1.        Dari Koto Beringin adalah Thuk
2.        Dari Koto Tuo ......................
3.        Dari Koto Pinang .................
4.        Dari Koto Pandok adalah Jatui.

Syarat yang dibawa ke Jambi untuk menemui Raja :
1.        Abu dan arang kebakaran Dusun.
2.        Sirih saranao lengkap dengan kemenyan putih.
Setelah Raja Jambi Pangeran Tumenggung Kebal di Bukit mendengar pengaduan tersebut dengan bukti-buktinya, maka raja memanggil Depati Atur Bumi di Hiang Tinggi untuk didenggar keterangannya, oleh Depati Atur Bumi ternyata hal tersebut benar, maka Raja mengambil keputusan Kumun tidak dimasukkan kedalam permantai nan sepuluhdan tidak ikut sidang di Hiang Tinggi, jadi mulailah pada waktu itu Tegak sama tinggi, duduk sama rendah dengan Depati Atur Bumi.
Kemudian Raja memberi pusaka kepada utusan yang berempat :
1.        Depati Galang Negeri
2.        Depati Nyato Negoro
3.        Depati Puro Negoro
4.        Depati Sempurno Bumi Putih

Pusaka yang diberikan adalah :
Ø  Satu helai kain tunggal
Ø  Satu buah keris
Ø  Satu buah pedang
Ø  Satu buah slak dan piagam
Ø  Satu buah Kranta
            Pusaka yang diberikan ini tertulis dalam slak tahun 1106, kemudian utusan yang berempat ini pulang, ditengah perjalanan yaitu disuatu tempat yang namanya Sandaran Agung, utusan tersebut beristirahat selama tiga hari, maka dari sini Depati Puro Negoro berpesan dalam angin kepada Nyampe Siao dan Puti Blae Kenantan Lidah untuk dapat mengirim dua penjemput mereka dipondok Sandaran Agung, menjemput rombongan dari Jambi dipondok sandaran Agung oleh Nyampai Siao dengan Putri Blae Kenantan Lidah diutuslah dua orang utusan dari Koto Tuo dan Koto Pandok.
            Setelah utusan yang berdua itu sampai, maka diserahkanlah pusaka kepada utusan dari Koto Tuo, membawanya. Cara membawanya hendak didukung bukannya berat, hendak dijinjing bukannya ringan, oleh utusan nenek dari koto beringin memututuskan cara membawanya didukung dipangkukan yang mendukung atau membawa pusaka adalah utusan dari Koto Tuo diiringi oleh Depati Puro Negoro dan Utusan dari Koto Pandok serta Depati Galang Negeri dahulu dan dibelakang adalah Depati Sempurno Bumi Putih bersama Depati Nyato Negoro, sesampai sesampai diKoto Tuo disambut oleh Pati Balang Kenantan Lidah dengan Nyampai Siao dengan breh saratauh, kbea sikao, utusan dari Koto Tuo yang membawa pusaka dilantik menjadi nenek mamal dalam Luhah Puro Negoro dengan gelar Mangkau Bangun Negorodan utusan dari Koto Pandak dilantik menjadi nenek mamak dalam luhah Nyato Negarodengan gelar Mangkau Cayo Depati, dengan adanya Slak dengan piagam Raja memerintahkan membangun dusun maka oleh Pati Balang Kenantah Lidah bersama Nenek Nyampai Siao mengajun mengarah untuk menjadi dusun atas tanah wilayah Depati Empat, maka lahirlah undang-undang negeri :

Undang-undang Negeri :
1.      Berdusun berlaman
2.      Berumah bertangga
3.      Berhulau berkampao
4.      Bersurau bermesjid
5.      Berparit bersudut empat

Undang-undang Isi Negeri :
1.      Salah takaok, lukao dipampaeh
2.      Salah bunuh, mati dibangun
3.      Harta sarang dibagi
4.      Sekutu dibelah
5.      Berutang dibayar
6.      Piutang diterima
7.      Salah dihukum
8.      Bersalahan dipatut
9.      Berebut diganggangkan
10.  Gaib kalam Alloh SWT.
            Untuk pelaksanaannya terbitlah kato Sko bergilir, sandang berganti, maksudnya adalah siapa yang menyimpan pusaka itulah yang menjadi Kepala Dusun disebut rumah gedang, disini tempat menghukum, mendendo bededik betampi lumaek banyeak, bakase sudeah, makan habis, memengal putus, api padea, puntuk ideak berasap lagui, yang menghuni rumah gedang rumah pusako selaku mendapo hutan mendapo tanah.

------------------------------------------------------------TRANSLATION IN ENGLISH :

HISTORY OF GRANDMA DEPATI IV (FOUR) KUMUN DEBAI
GONG STONE LAND KURNIA

During the ancient banyan betung a woman named Puti Blae Kenantan tongue, and a man lord Malidimse, both those derived from Kemuan Bajambo Dewea, both man is like a piece of betel leaves, like a sprig of nut, living farming and fishing, then down the valley looking for a place to grow rice, the men climb down the valley of the sea that is the area of ​​the host Puro and that women run a banyan betung valley, which we now know this is the Banyan Koto, this is where he made a living by himself.
Then came two men from Pagaruyung Sultan Marda Apai along dime Password Beautiful Batuah we know it today with Grandma Mosque in Kumun diamonds, both those living at home while riding Puti Blae Kenantan tongue. Afterwards some of the old dime Beautiful Password Batuah feel despicable living with women alone, so therefore Agree Puti Blae Kenantan tongue mating with Sultan Mardo Apai, with the negotiated transfers both people would have consensual, then by direct Batuah dime Beautiful Password married , because bliau a scholar who brings his sermon tall upright and leave to Puti Blae Kenantan Tongue two men's wives made heritage, long - eventually the two men's wives had four children, namely:
1. THUK (Grandma Dulaman Payang) waiting Koto Banyan hereditary.
2. Grandma god god Saleh waiting koto Pinang (Koto Lebu).
3. Grandma reminder of the Earth are waiting Koto Tuo.
4. Grandma Jatui waiting Koto Pandok.

With four breeding population of this koto then stand Diamond roofed mosque Ijuk and the religion of Islam began to grow, led by Grandma dime Beautiful Password Batuah, while at the Asaek also increased to the village. Then come again Grandma nyampai Siau with Ira Bajanguk Saeh of Pagaruyung seek his uncle Sultan Mardo Apai, then met in Koto Banyan, while nyampai Siao wise people who are good at whistling while gaping, by Puti Blae Kenantan Tongue supported by his son who waited four koto was then Grandma nyampai Siao appointed Crown Kumun.
At that time the Government Kumun included in the top ten, so by Grandma nyampai Siao against that Kumun not want to follow the rule of ten because Kumun want to stand alone with the opposition to pass fire diKoto Tuo Kumun and until tabiu taha, by Grandma nyampai Siao and Puti Blae Kenantan tongue shall designate four members, namely one person each Koto to denounce it to Edinburgh, to ask for the protection of the King of Jambi that was sent:
1. From the Koto Banyan is Thuk
2. From Koto Tuo ......................
3. From Koto Pinang .................
4. From Koto Pandok is Jatui.

Terms were taken to Edinburgh to see the King:
1. The ash and charcoal fires Hamlet.
2. Betel saranao complete with white incense.
After King Edinburgh Princes Hill Hero Member Immune hear the complaint with the evidence, the king summoned Depati Set Earth in High Hiang to be heard, by Depati Set Earth turns out it is true, then he would take a decision Kumun not included in the ten governments and did not participate in the trial High Hiang, so start at the same time high Upright, sat together with Depati Set Earth.

Then the king gave inheritance to messenger foursome:
1. Assemble Depati State
2. Depati Nyato Negoro
3. Depati Puro Negoro
4. Depati Sempurno White Earth

Heirloom given is:
1.    One single piece of cloth
2.    One fruit kris
3.    One swords
4.    One slak fruit and charter
5.    One fruit Kranta
This heirloom given slak written in 1106, then ambassador in this foursome home, amid the trip is one place whose name backrest Court, the messenger of rest for three days, then from here Depati Puro Negoro told the wind to nyampe Siao and Puti Blae Kenantan tongue to be able to send two of their pickup in the Great backrest cottage, picked group of Jambi on the back of the Great cottage by nyampai Siao with Princess Blae Kenantan tongue diutuslah two delegates from Koto Koto Tuo and Pandok

After the messenger that both the up, then diserahkanlah inheritance among the delegates of Koto Tuo, bring it. How to bring it about to be supported instead of weight, about to carry instead of light, by the grandmother of the koto banyan delegates decide how to bring it supported the knees, which hold or carry heirloom is the messenger of Koto Tuo accompanied by Depati Puro Negoro and Envoy of Koto Pandok and Depati State Galang first and behind is Depati Sempurno White Earth along Depati Nyato Negoro, upon arriving at Koto Tuo greeted by Pati Balang Kenantan Tongue with nyampai Siao with rice hundred, a buffalo, a messenger of Koto Tuo that bring heirloom inducted into grandmother mammal in Puro Luhah Negoro with Mangkau title Build Negorodan messenger of Koto Pandak inducted into elders in luhah Nyato Negaro with Mangkau title Cayo Depati, with slak by charter of King ordered to build it by Pati Balang village Kenantan tongue with my grandmother prepare nyampai Siao leads to be hamlets Depati Four land area, then born domestic legislation:
Act of State:
1. Hamlet leafs
2. The house with stairs
3. Disgorge encamped
4. mosque mosque
5. Gated angled four

State Law Contents:
1. One jab, injury compensation
2. One killed, dead built
3. Treasure nest divided
4. Allies split
5. Owe paid
6. Receivables accepted
7. One convicted
8. awry dipatut
9. scramble separated
10. Occult secrets of Allah SWT.
               For the implementation issue was said rotating heritage , Clothing Changes , that is who save heirloom that The Hamlet Head Being called home swept away here place punish , penalize bededik betampi lumaek much , sudeah bakase , Eating Out , breaking memengal , fire padea , not butts smoky again , which occupy a large house as a heritage home Mendapo ( leader ) Mendapo forest land .





2 komentar:

  1. numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus
  2. numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus