Semasa dahulu kala tersebut betung
beringin seorang perempuan bernama Puti Blae Kenantah Lidah, dan seorang
laki-laki Tuanku Malidimse, orang berdua ini berasal dari Kemuan Bajambo Dewea,
orang berdua ini slae bak sihaeh, satamaik bak pina, hidup berladang dan
mencari ikan, kemudian turun kerenah mencari tempat bersawah, yang laki-laki
turun kerenah laut nan badakei yaitu daerah inang Puro dan yang perempuan lari
kerenah betung beringin, yaitu yang kita kenal sekarang ini adalah Koto Beringin,
disinilah beliau membuat tempat tinggal seorang diri.
Kemudian datanglah dua orang laki-laki
dari Pagaruyung yaitu Sultan Marda Apai bersama Ketip Sandi Indah Batuah yang
kita kenal sekarang dengan Nenek Mesjid Intan di Kumun, orang berdua ini
sementara menumpang tinggal dirumah Puti Blae Kenantan Lidah. Setelah Itu
beberapa lama Ketip Indah Sandi Batuah merasa tercela tinggal bersama perempuan
seorang diri, maka oleh sebab itu dirundinglah Puti Blae Kenantan Lidah kawin
dengan Sultan Mardo Apai, dengan perudingan tersebut kiranya orang berdua ini
suka sama suka, maka oleh Ketip Indah Sandi Batuah langsung dinikahkan, karena
bliau seorang ulama yang membawa Khotbah setinggi tegak dan beliau serahkan
kepada Puti Blae Kenantan Lidah dua laki isteri ini dijadikan pusaka, lama –
kelamaan dua laki isteri ini dikaruniai empat orang anak, yaitu :
1.
THUK (Nenek
Dulaman Payang) yang menunggu Koto Beringin turun temurun.
2.
Nenek Dewa Saleh
dewa yang menunggu koto Pinang (Koto Lebu).
3.
Nenek Pengenang
Bumi yang menunggu Koto Tuo.
4.
Nenek Jatui yang
menunggu Koto Pandok.
Dengan berkembang biak peduduk yang
empat koto ini maka berdirilah mesjid Intan beratap Ijuk dan agama islam mulai
berkembang yang dipelopori oleh Nenek Ketip Indah Sandi Batuah, sementara pada
itu Asaek juga bertambah menjadi dipeka. Kemudian datang lagi Nenek Nyampai
Siau dengan Saeh Bajanguk Ira dari Pagaruyung mencari mamaknyo Sultan Mardo
Apai, maka bertemu di Koto Beringin, sedangkan Nyampai Siao orang yang arif
bijaksanao pandae basiao same ngangao, oleh Puti Blae Kenantan Lidah didukung
oleh anaknya yang menungu empat koto tadi maka Nenek Nyampai Siao diangkat
menjadi Mahkota Kumun.
Pada waktu itu Kumun dimasukkan dalam
Permantai nan sepuluh, jadi oleh Nenek Nyampai Siao menentang bahwa Kumun tidak mau
memngikuti permantai nan sepuluh karena Kumun mau berdiri sendiri dengan adanya
pertentangan tersebut terjadilah kebakaran diKoto Tuo Kumun dan sampai tabiu
taha, oleh Nenek Nyampai Siao dan Puti Blae Kenantan Lidah mengutuskan empat
orang yaitu satu orang tiap-tiap Koto untuk mengadukan hal ini ke Jambi, untuk
mintak perlindungan kepada Raja Jambi yang diutus :
1.
Dari Koto
Beringin adalah Thuk
2.
Dari Koto Tuo
......................
3.
Dari Koto Pinang
.................
4.
Dari Koto Pandok
adalah Jatui.
Syarat yang dibawa ke Jambi untuk
menemui Raja :
1.
Abu dan arang
kebakaran Dusun.
2.
Sirih saranao
lengkap dengan kemenyan putih.
Setelah Raja Jambi Pangeran Tumenggung
Kebal di Bukit mendengar pengaduan tersebut dengan bukti-buktinya, maka raja
memanggil Depati Atur Bumi di Hiang Tinggi untuk didenggar keterangannya, oleh
Depati Atur Bumi ternyata hal tersebut benar, maka Raja mengambil keputusan
Kumun tidak dimasukkan kedalam permantai nan sepuluhdan tidak ikut sidang di
Hiang Tinggi, jadi mulailah pada waktu itu Tegak sama tinggi, duduk sama rendah
dengan Depati Atur Bumi.
Kemudian Raja memberi pusaka kepada
utusan yang berempat :
1.
Depati Galang
Negeri
2.
Depati Nyato
Negoro
3.
Depati Puro
Negoro
4.
Depati Sempurno
Bumi Putih
Pusaka yang diberikan adalah :
Ø Satu helai kain tunggal
Ø Satu buah keris
Ø Satu buah pedang
Ø Satu buah slak dan piagam
Ø Satu buah Kranta
Pusaka
yang diberikan ini tertulis dalam slak tahun 1106, kemudian utusan yang
berempat ini pulang, ditengah perjalanan yaitu disuatu tempat yang namanya Sandaran
Agung, utusan tersebut beristirahat selama tiga hari, maka dari sini Depati
Puro Negoro berpesan dalam angin kepada Nyampe Siao dan Puti Blae Kenantan
Lidah untuk dapat mengirim dua penjemput mereka dipondok Sandaran Agung,
menjemput rombongan dari Jambi dipondok sandaran Agung oleh Nyampai Siao dengan
Putri Blae Kenantan Lidah diutuslah dua orang utusan dari Koto Tuo dan Koto
Pandok.
Setelah
utusan yang berdua itu sampai, maka diserahkanlah pusaka kepada utusan dari
Koto Tuo, membawanya. Cara membawanya hendak
didukung bukannya berat, hendak dijinjing bukannya ringan, oleh utusan
nenek dari koto beringin memututuskan cara membawanya didukung dipangkukan yang mendukung atau membawa pusaka adalah
utusan dari Koto Tuo diiringi oleh Depati Puro Negoro dan Utusan dari Koto
Pandok serta Depati Galang Negeri dahulu dan dibelakang adalah Depati Sempurno
Bumi Putih bersama Depati Nyato Negoro, sesampai sesampai diKoto Tuo disambut
oleh Pati Balang Kenantan Lidah dengan Nyampai Siao dengan breh saratauh, kbea
sikao, utusan dari Koto Tuo yang membawa pusaka dilantik menjadi nenek mamal
dalam Luhah Puro Negoro dengan gelar Mangkau Bangun Negorodan utusan dari Koto
Pandak dilantik menjadi nenek mamak dalam luhah Nyato Negarodengan gelar
Mangkau Cayo Depati, dengan adanya Slak dengan piagam Raja memerintahkan
membangun dusun maka oleh Pati Balang Kenantah Lidah bersama Nenek Nyampai Siao
mengajun mengarah untuk menjadi dusun atas tanah wilayah Depati Empat, maka
lahirlah undang-undang negeri :
Undang-undang
Negeri :
1.
Berdusun
berlaman
2.
Berumah
bertangga
3.
Berhulau
berkampao
4.
Bersurau
bermesjid
5.
Berparit
bersudut empat
Undang-undang
Isi Negeri :
1.
Salah takaok,
lukao dipampaeh
2.
Salah bunuh,
mati dibangun
3.
Harta sarang
dibagi
4.
Sekutu dibelah
5.
Berutang dibayar
6.
Piutang diterima
7.
Salah dihukum
8.
Bersalahan
dipatut
9.
Berebut
diganggangkan
10. Gaib kalam Alloh SWT.
Untuk
pelaksanaannya terbitlah kato Sko bergilir, sandang berganti, maksudnya adalah
siapa yang menyimpan pusaka itulah yang menjadi Kepala Dusun disebut rumah
gedang, disini tempat menghukum, mendendo bededik betampi lumaek banyeak,
bakase sudeah, makan habis, memengal putus, api padea, puntuk ideak berasap
lagui, yang menghuni rumah gedang rumah pusako selaku mendapo hutan mendapo
tanah.
------------------------------------------------------------TRANSLATION IN ENGLISH :
HISTORY OF GRANDMA DEPATI IV (FOUR) KUMUN DEBAI
GONG STONE LAND KURNIA
During the
ancient banyan betung a woman named Puti Blae Kenantan tongue, and a man lord
Malidimse, both those derived from Kemuan Bajambo Dewea, both man is like a
piece of betel leaves, like a sprig of nut, living farming and fishing, then
down the valley looking for a place to grow rice, the men climb down the valley
of the sea that is the area of the host Puro and that women run a banyan
betung valley, which we now know this is the Banyan Koto, this is where he made
a living by himself.
Then came two
men from Pagaruyung Sultan Marda Apai along dime Password Beautiful Batuah we
know it today with Grandma Mosque in Kumun diamonds, both those living at home
while riding Puti Blae Kenantan tongue. Afterwards some of the old dime
Beautiful Password Batuah feel despicable living with women alone, so therefore
Agree Puti Blae Kenantan tongue mating with Sultan Mardo Apai, with the
negotiated transfers both people would have consensual, then by direct Batuah
dime Beautiful Password married , because bliau a scholar who brings his sermon
tall upright and leave to Puti Blae Kenantan Tongue two men's wives made
heritage, long - eventually the two men's wives had four children, namely:
1.
THUK (Grandma Dulaman Payang) waiting Koto Banyan hereditary.
2.
Grandma god god Saleh waiting koto Pinang (Koto Lebu).
3.
Grandma reminder of the Earth are waiting Koto Tuo.
4.
Grandma Jatui waiting Koto Pandok.
With four
breeding population of this koto then stand Diamond roofed mosque Ijuk and the
religion of Islam began to grow, led by Grandma dime Beautiful Password Batuah,
while at the Asaek also increased to the village. Then come again Grandma
nyampai Siau with Ira Bajanguk Saeh of Pagaruyung seek his uncle Sultan Mardo
Apai, then met in Koto Banyan, while nyampai Siao wise people who are good at
whistling while gaping, by Puti Blae Kenantan Tongue supported by his son who
waited four koto was then Grandma nyampai Siao appointed Crown Kumun.
At that time the
Government Kumun included in the top ten, so by Grandma nyampai Siao against
that Kumun not want to follow the rule of ten because Kumun want to stand alone
with the opposition to pass fire diKoto Tuo Kumun and until tabiu taha, by
Grandma nyampai Siao and Puti Blae Kenantan tongue shall designate four
members, namely one person each Koto to denounce it to Edinburgh, to ask for
the protection of the King of Jambi that was sent:
1.
From the Koto Banyan is Thuk
2.
From Koto Tuo ......................
3.
From Koto Pinang .................
4.
From Koto Pandok is Jatui.
Terms
were taken to Edinburgh to see the King:
1.
The ash and charcoal fires Hamlet.
2.
Betel saranao complete with white incense.
After King
Edinburgh Princes Hill Hero Member Immune hear the complaint with the evidence,
the king summoned Depati Set Earth in High Hiang to be heard, by Depati Set
Earth turns out it is true, then he would take a decision Kumun not included in
the ten governments and did not participate in the trial High Hiang, so start
at the same time high Upright, sat together with Depati Set Earth.
Then
the king gave inheritance to messenger foursome:
1.
Assemble Depati State
2.
Depati Nyato Negoro
3.
Depati Puro Negoro
4.
Depati Sempurno White Earth
Heirloom
given is:
1.
One
single piece of cloth
2.
One
fruit kris
3.
One
swords
4.
One
slak fruit and charter
5.
One
fruit Kranta
This heirloom
given slak written in 1106, then ambassador in this foursome home, amid the
trip is one place whose name backrest Court, the messenger of rest for three
days, then from here Depati Puro Negoro told the wind to nyampe Siao and Puti
Blae Kenantan tongue to be able to send two of their pickup in the Great
backrest cottage, picked group of Jambi on the back of the Great cottage by
nyampai Siao with Princess Blae Kenantan tongue diutuslah two delegates from
Koto Koto Tuo and Pandok
After the
messenger that both the up, then diserahkanlah inheritance among the delegates
of Koto Tuo, bring it. How to bring it about to be supported instead of weight,
about to carry instead of light, by the grandmother of the koto banyan
delegates decide how to bring it supported the knees, which hold or carry
heirloom is the messenger of Koto Tuo accompanied by Depati Puro Negoro and
Envoy of Koto Pandok and Depati State Galang first and behind is Depati
Sempurno White Earth along Depati Nyato Negoro, upon arriving at Koto Tuo
greeted by Pati Balang Kenantan Tongue with nyampai Siao with rice hundred, a
buffalo, a messenger of Koto Tuo that bring heirloom inducted into grandmother
mammal in Puro Luhah Negoro with Mangkau title Build Negorodan messenger of
Koto Pandak inducted into elders in luhah Nyato Negaro with Mangkau title Cayo
Depati, with slak by charter of King ordered to build it by Pati Balang village
Kenantan tongue with my grandmother prepare nyampai Siao leads to be hamlets
Depati Four land area, then born domestic legislation:
Act
of State:
1.
Hamlet leafs
2.
The house with stairs
3.
Disgorge encamped
4.
mosque mosque
5.
Gated angled four
State
Law Contents:
1.
One jab, injury compensation
2.
One killed, dead built
3.
Treasure nest divided
4.
Allies split
5.
Owe paid
6.
Receivables accepted
7.
One convicted
8.
awry dipatut
9.
scramble separated
10.
Occult secrets of Allah SWT.
For the implementation
issue was said rotating heritage , Clothing Changes , that is who save heirloom
that The Hamlet Head Being called home swept away here place punish , penalize
bededik betampi lumaek much , sudeah bakase , Eating Out , breaking memengal ,
fire padea , not butts smoky again , which occupy a large house as a heritage
home Mendapo ( leader ) Mendapo forest land .







numpang promo ya gan
BalasHapuskami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*
numpang promo ya gan
BalasHapuskami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*